Sabtu, 31 Januari 2015

BATU AKIK BERKELAS

Dewasa ini sedang ramai para penggemar batu akik. Khususnya para pria, tidak hanya dewasa akan tetapi sampai ke anak-anak pun gemar memakai dan mengkoleksi batu akik berkelas.

Tidak hanya di Indonesia akan tetapi diseluruh dunia kini ramai mengncar batu akik berkelas dari berbagai daerah. Tentu saja ini disebabkan karena setiap daerah mempunyai primadona batu akik yang berbeda-beda. 

Contohnya emeral atau lebih kita kenal dengan sebutan zamrud, memiliki khas perbedaan berdasarkan tempat asalnya. Seperti zamrud Rusia, Colombia, zambia, dan ada pula dari Kalimantan.
Dewasa ini batu akik berkelas di Indonesia sangat banyak jenisnya. Batu bacan contohnya. Batu bacan  berasal dari daerah maluku. Ada beberapa jenis pula batu bacan ini.

Batu akik berkelas lainya dewasa ini adalah batu akik yang berasal dari daerah Bungbulang Garut Jawa Barat. Ada yang disebut dengan batu Bungbulang sesuai dengan nama daerah dimana batu ini ditemukan. Ada pula yang bernama Hejo Ohen atau Hijau Ohen sesuai dengan nama orang yang pertama kali menemukan dan kebetulan warna batu akik ini adalah hijau.

Masih banyak sekali jenis batu akik berkelas yang akan saya coba paparkan.
Untuk sekarang sekian dulu... terima kasih!



BATU BACAN DOKO

Bacan  adalah sebuah nama pulau di Maluku Utara, nama kerajaan, sekaligus juga nama batu mulia yang telah menerbangkan namanya ke seluruh dunia. Untuk yang terakhir itu, bacan sebagai nama jenis batu mulia telah tersohor hingga ke luar negeri bukan hanya di masa sekarang melainkan sejak dahulu.
Batu bacan merupakan batu hidup karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bening dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Tidak hanya hidup dan berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas di batu bacan doko tersebut.

Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu batu bacan doko dan bacan dan batu bacan palamea. Batu Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan batu bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan.

 
batu bacan doko


Batu bacan doko merupakan jenis batu bacan yang saat ini banyak di incar kolektor dibanding dengan jenis batu bacan lainnya, dengan warna khasnya yang hijau membuat batu terlihat sangat indah dan tidak kalah dengan jenis batu giok china yang selama ini sudah kesohor dan dikenal dunia.

Batu Bacan doko ini telah dikenal dunia sebagai batu permata berkualitas unggulan dan membuat batu ini sering menjadi incaran para penggila batu mulia, hanya saja untuk harga murah masih belum bisa memperoleh batu yang terbilang sempurna dan umumnya masih ada banyak warna hitam didalamnya.

Nah pemirsa sekalian, cukup sekian dulu pemaparan mengenai batu bacan doko, untuk selebihnya saya akan paparkan dilain kesempatan.
 
batu bacan doko sebelum digosok
batu bacan doko setelah digosok

BATU HEJO OHEN ATAU HIJAU OHEN

Begitu banyak ragam batu permata yang dikandung oleh alam di Garut selatan tepatnya di Kec. Bunbulang, salah satunya yang menjadi primadona batu akik adalah  Batu Hejo Ohen atau Hijau Ohen kristal yang sangat populer, selain memiliki warna yang berkilau menarik, batu-batu permata hasil penggalian dari Bungbulang juga memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, disamping harganya yang mahal proses penggalian Batu Hejo Ohen atau Hijau Ohen ini sangat sulit bahkan masih menggunakan alat-alat manual, selain itu Batu Hejo Ohen atau Hijau Ohen ini sangat langka sekali. 


Ya, sekilas batu akik ini sangat mirip dengan batu bacan. tapi jangan salah ini bukan batu bacan. batu akik ini bernama batu Hejo Ohen atau Hijau Ohen. Nama batu akik ini diambil dari warna dan orang yang pertama kali menemukannya. Hejo yang berarti hijau dan Ohen diambil dari nama Almarhum Mang Ohen yang menemukan batu hejo Ohen atau Hijau Ohen tersebut.





BATU BACAN


Dewasa ini batu bacan bisa disebut sebagai primadona batu di Indonesia. Batu Bacan dipercaya mirip seperti batu akik lainya yaitu sebagai batu hidup yang akan berubah warnanya seiring berjalannya waktu. Batu bacan lama kelamaan akan berubah menjadi lebih bersih dan mengkristal. Sangat lama waktu yang dibutuhkan batu bacan untuk mengkristal. Harga batu Bacan terbilang lumayan tinggi karena tergolong langka dan elegan. Tambang batu hijau cantik ini hanya ada di sebuah pulau kecil di daerah kepulauan Maluku. Penambang batu harus menggali tanah dalam-dalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Nama pulau penghasil batu bacan itu adalah pulau Kasiruta. Sebenarnya nama Bacan diambil dari nama sebuah pulau di sebelah timur pulau Kasiruta, bernama pulau Bacan. Di pulau inilah pertama kali batu itu diperdagangkan sehingga penamaan batu ini menjadi batu Bacan.

Ada dua jenis batu Bacan yang beredar di pasaran Indonesia, yaitu Bacan Doko dan Bacan Palamea. Dari warnanya sudah terlihat perbedaan antara kedua jenis bacan tersebut. Bacan Doko kebanyakan berwarna hijau tua. Sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. Nama Palamea dan Doko sendiri adalah nama desa yang terdapat di pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan yang lumayan banyak. Ada juga beberapa daerah di pulau itu juga menghasilkan batu bacan.
bacan palamea



bacan doko

Batu Bacan menurut beberapa ahli batu merupakan jenis batu Krisokola. Batu jenis ini kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan batu Krisokola berkisar antara 3 – 4 pada skala Mohs. Batu Bacan krisokola yang bagus untuk dijadikan batu mulia adalah batuan krisokola yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu Bacan yang sudah memproses akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah. 

bahan batu bacan/ batu bacan mentah
                                                                     

Krisokola (CRYSOCCOLLA) adalah  MINERAL  batu yang dikandung oleh jenis batu bacan. Batu Jenis ini terbilang unik dibanding batuan NUSANTARA lainnya. Variasi Warna : Hijau, Biru, Hijau Kebiruan, Biru Kehitaman ataupun Coklat

Berita Batu: CPNS Purbalingga Wajib Pakai Batu Akik

Batu akik dari Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, mendadak menjadi buruan penggemar batu akik. “Bagi yang cinta Purbalingga, serta untuk semua warga yang mempunyai KTP Purbalingga. Apalagi yang lahir di sini, 'wajib' memakai batu Klawing,” kata Bupati Purbalingga Sukentho Ridho Marhaendrianto, Kamis, 29 Januari 2015. Dia bahkan mengimbau pegawai negeri memakai akik dari Sungai Klawing.

Sukentho kini gencar mempromosikan batu akik dari Sungai Klawing kepada tamu. Dia malah berniat menggelar pameran akik batu Klawing ke Jakarta. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diterbitkan perda yang mengatur pelestarian Sungai Klawing,” ujarnya. Terutama untuk mendukung perajin batu Klawing. Sukento berharap Purbalingga dapat menjadi pusat penjualan batu seperti di kawasan antara Bangkok dan Pataya di Thailand.

Norman Indrajaya, Ketua Indonesian Jasper & Klawing Lovers, mengatakan saat ini banyak pengusaha akik dari luar Indonesia yang mengincar batu Klawing. “Kami punya fakta banyak batu Klawing yang dijual ke pembeli di Thailand dan dijual lagi ke Eropa, Prancis,” katanya. Di Prancis, kata dia, batu Klawing banyak dipakai oleh bangsawan. Batu tersebut dikenal dengan nama Le Sang Du Crist atau batu darah Kristus.

Ia menyebutkan beberapa motif batu Klawing di antaranya, telor kodok yang juga dikenal dengan nama ocean jasper. Motif sisik naga di Spanyol namanya imperial jasper. (Baca: Sambil Demo, Buruh dan Polisi Buru Penjual Akik)

Usaha batu Klawing menjanjikan. “Omset kami sampai Rp 50 juta. Dengan jenis batu yan dipamerkan meliputi nogosui, pancawarna, jasper Klawing, batu gambar, dan batu bahan,” kata pemilik pengolahan batu Klawing Ngayawara Gemstone, Edy Pamandoblang.

Tapi, pamor batu akik asal sungai Klawing mulai menyebabkan kerusakan dinding bukit Curug Aul, Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Dinding bukit itu dicongkel penambang batu liar menggunakan linggis. “Penjarahan di sini terbilang nekat,” kata pegiat alam dari Komunitas Canyoning ID, Isro Adi Harso. (Baca: Cerita Wali Kota Lubuklinggau Menggilai Batu Akik)

Untuk menyelamatkan curug Aul dari kerusakan yang lebih parah, pemerintah desa setempat memasang papan larangan penambangan batu pancawarna di sekitar curug Aul dan Curug Nagasari. “Ke depan akan ada posko untuk merazia pengunjung yang masuk. Apabila ada yang membawa alat tambang atau batu hasil tambang akan kami sita,” tegas Taat Prianto, Kepala Dusun di Tanalum.

Cara Deteksi Keaslian Batu Bacan Dengan Tablet Samsung

Batu akik kini semakin digemari masyakarat Indonesia. Demi mendapat batu akik, orang bisa merogoh kocek dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis batu yang diinginkan.

Butuh kejelian dan sikap hati-hati untuk bisa membeli batu akik karena harganya yang tergolong mahal. Hal ini harus dilakukan agar pembeli tidak salah membeli atu akik yang imitasi.

Wawan Darmawan, seorang pedagang batu akik di Pasar Dargo, Semarang, Jawa Tengah, mengungkap perbedaan batu akik imitasi dan batu akik asli.

"Yang membedakan akik asli itu bisa dilihat dari urat, berat, dan tingkat kekerasannya. Akik imitasi kebanyakan tidak memiliki serat, berat dan tingkat kekerasannya lebih rendah dari yang asli," kata dia kepada Okezone di Semarang, Jumat (30/1/2015).

Di Semarang, Pasar Dargo adalah sentra pedagang dan pengrajin batu akik. Menurut Wawan, hal paling utama yang membedakan batu asli atau palsu dilihat dari tingkat kekerasannya.

"Berlian itu tingkat kekerasannya 10, rubi dan safir itu tingkat kekerasannya 9, bacan itu tingkat kekerasannya 6 sampai 7," terang pria yang sudah berkecimpung di bisnis batu akil sejak setahun belakangan tersebut.

Namun, Wawan mengakui tingkat keaslian batu akik susah dipahami masyarakat awam. Ia mengibaratkan memahami keaslian batu akik butuh waktu seperti anak yang baru pertama kali belajar membaca.

"Kamu bisa membaca itu butuh berapa lama, satu tahun? Seperti itulah agar kita tahu mana batu akik asli atau palsu," ungkap Wawan menerangkan.

Karena itulah, kata Wawan, membeli batu akik juga berbicara soal rasa saling percaya yang dipertaruhkan antara pembeli dan penjual. "Kuncinya di kepercayaan. Caranya bagaimana? minta garansi, kalau palsu bisa dikembalikan," beber Wawan.

Menurut Wawan, menjaga kepercayaan konsumen menjadi hal utama bagi pedagang dan pengrajin batu akik. "Kalau ketahuan jual akik palsu, itu bisa mengurangi kepercayaan pembeli. Kita juga malu dengan pedagang yang lain," beber Wawan.

Khusus untuk batu akik bacan, kata Wawan, ada cara yang sederhana mengenai asli atau palsu batu mulia dari Maluku tersebut. Batu akik bacan ditempelkan ke layar sentuh tablet smartphone Samsung dan digunakan untuk menjalankan aplikasi.

"Kalau bisa bergerak berarti asli. Batu Bacan dan Garut Hijau itu bisa menggerakkan layar tablet Samsung. Di luar Bacan dan Garut Hijau, Samsung tidak bisa bergerak," kata Wawan.

Berita Batu: Saingi Emas, Batu Akik Jadi Incaran Pajak

Fenomena melonjaknya harga jual batu akik atau batu alam mencapai jutaan rupiah tidak menutup kemungkinan akan dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan baru.

Anggota DPRD Kota Solo Umar Hasyim mengakui sangat terkejut melihat tingginya animo masyarakat terhadap batu akik. Meski belum bisa disejajarkan dengan penjualan emas, namun tidak menutup kemungkinan nantinya penjualan batu akik ini akan dikenakan retribusi seperti halnya penjualan emas.

"Ini kan fenomena baru muncul. Saya sendiri juga kaget melihat banyaknya penggemar batu akik. Bahkan walau harganya sampai ratusan juta, warga tetap membelinya. Kalau terus-terusan begini, bisa saja kita usulkan kepada Pemkot untuk menariknya seperti retribusi ke toko emas," papar Umar kepada Okezone.

Menurut Umar, meski harganya melesat tinggi, namun para penjual batu akik ini belum bisa disejajarkan dengan para penjual emas. Pasalnya, kebanyakan para penjual batu akik ini lokasinya tidak menetap.

"Biarpun ada rencana pemerintah yang akan memberikan pajak kepada para penjual batu akik, kita nanti dulu sajalah. Mereka ini kan biar fenomenanya tinggi, rata-rata berjualannya belum tetap," kata dia.

"Tidak seperti penjual emas. Tapi kalau harga jualnya stabil sama seperti penjualan emas, kenapa tidak," tambah dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Solo, Budi Yulistiyanto, mengatakan bila dalam Perda tentang pendapatan daerah, penjualan akik tidak masuk dalam salah satu sektor yang akan ditarik retribusinya.

"Saya tidak paham itu,karena di Perda tidak ada. Jadi saya tidak bisa berkomentar banyak,"ujar Budi.
Sumber

MEMASTIKAN KEASLIAN BATU AKIK

Demam batu akik  masih saja belum surut melanda nusantara. Sejak akhir tahun 2014 sampai sekarang pertengahan tahun 2015  dema...